Saat angin berhembus
Aku terbangkan layang-layang cinta
Untukmu....
Bayang-bayang itu
Masih memenuhi hati ini
Ketika tetesan kerinduan ini
Memenuhi jendela hatimu
Kasihku....
Bukalah pintu
Keluarlah...
Lihatlah tarian bendera di cakrawala itu
Hari ini...
Aku akan melepas benang cintaku lebih panjang
Dan mengirim segenap kasihku
Kelangit yang lebih tinggi lagi
JuPIter
Rabu, 22 Desember 2010
Pandangan Berujung Cinta
menatap wajahnu
kharisma yang menggetarkan hati
memandang kedua bola matamu
sungguh tajam pandangan
bahasa tubuhnu, perilaku hidupmu
yang seolah menandakan
kau seorang yang tak biasa
semakin dekat, semakin tak terkendali
bahasa hati yang berkumandang
saling sahut menyahut, dirimu nuansa bening
yang suci masuk kedalam hidupku
kini aku mengerti tentang perasaan ini
apakah ini namanya cinta??
kharisma yang menggetarkan hati
memandang kedua bola matamu
sungguh tajam pandangan
bahasa tubuhnu, perilaku hidupmu
yang seolah menandakan
kau seorang yang tak biasa
semakin dekat, semakin tak terkendali
bahasa hati yang berkumandang
saling sahut menyahut, dirimu nuansa bening
yang suci masuk kedalam hidupku
kini aku mengerti tentang perasaan ini
apakah ini namanya cinta??
JATUH CINTA
Sebelum waktu berlalu
Dan mentari muncul kembali
Hari ini tak mau lebih lama diam lagi
Aku cuma ingin kamu mau
Ijinkan aku jadi bagian dari hidupmu
Dan mentari muncul kembali
Hari ini tak mau lebih lama diam lagi
Aku cuma ingin kamu mau
Ijinkan aku jadi bagian dari hidupmu
KANGEN
Teringat lagi semua
Satu detik
Satu hari
Satu waktu
Sudah berlalu
Tapi ini hati ingin bersama terus sampai nanti
Ingin lagi
Satu detik
Satu hari
Satu waktu
Sudah berlalu
Tapi ini hati ingin bersama terus sampai nanti
Ingin lagi
Minggu, 19 Desember 2010
HANIEN
mestinya malam ini
bisa sangat istimewa
seperti dalam mimpi mimpiku
selama ini
kekasih, jemputlah aku
kekasih, sambutlah aku
aku akan menceritakan kerinduanku
dengan kata kata biasa
dan kau cukup tersenyum
memahami deritaku
lalu kuletakkan kepalaku yang penat
diharibaanmu yang hangat
kekasih, tetaplah di sisiku
kekasih, tataplah mataku
tapi seperti biasa
sekian banyak yang ingin
kukatakan tak terkatakan
sekain banyak yang ingin
kuadukan
diambil alih oleh air mataku
kekasih, dengarlah dadaku
kekasih, bacalah air mataku
malam ini belum juga
seperti mimpi mimpiku
selama ini
malam ini
lagi lagi kau biarkan
sepi mewakilimu
bisa sangat istimewa
seperti dalam mimpi mimpiku
selama ini
kekasih, jemputlah aku
kekasih, sambutlah aku
aku akan menceritakan kerinduanku
dengan kata kata biasa
dan kau cukup tersenyum
memahami deritaku
lalu kuletakkan kepalaku yang penat
diharibaanmu yang hangat
kekasih, tetaplah di sisiku
kekasih, tataplah mataku
tapi seperti biasa
sekian banyak yang ingin
kukatakan tak terkatakan
sekain banyak yang ingin
kuadukan
diambil alih oleh air mataku
kekasih, dengarlah dadaku
kekasih, bacalah air mataku
malam ini belum juga
seperti mimpi mimpiku
selama ini
malam ini
lagi lagi kau biarkan
sepi mewakilimu
HUMOR EUY!!!!
TERBIASA
Hasan: Kaki sebelah mana yg kena paku?
Rendy: Sebalah kiri.
Hasan: Lalu knpa kalau berjlan yg pincang justru yg kaki kanan?
Rendy: Aduh, saya lupa! Maklum blum terbiasa sih.
SALAH MASUK
Dino: Baru kali ini aku di tolak oleh Dokter!
Titin: Lha kok aneh, knpa begitu Din?
Dino: Habis aku keliru masuk ruangan ...
Titin: Ruangan apa yg kamu masuki?
Dino: Ruangan praktek Dokter Hewan!
Titin: Pantas!
MENGINTIP
Tutik: Aneh lho, kakakku kerjanya mengintip melulu!
Roni: Wah kerjaan bahaya itu, kalau ketahuan yg di intip wah bisa babak belur tu muka!
Tutik: Ah, nggak kok! Kan dia tukang foto!
Roni: Sialan kau!
Hasan: Kaki sebelah mana yg kena paku?
Rendy: Sebalah kiri.
Hasan: Lalu knpa kalau berjlan yg pincang justru yg kaki kanan?
Rendy: Aduh, saya lupa! Maklum blum terbiasa sih.
SALAH MASUK
Dino: Baru kali ini aku di tolak oleh Dokter!
Titin: Lha kok aneh, knpa begitu Din?
Dino: Habis aku keliru masuk ruangan ...
Titin: Ruangan apa yg kamu masuki?
Dino: Ruangan praktek Dokter Hewan!
Titin: Pantas!
MENGINTIP
Tutik: Aneh lho, kakakku kerjanya mengintip melulu!
Roni: Wah kerjaan bahaya itu, kalau ketahuan yg di intip wah bisa babak belur tu muka!
Tutik: Ah, nggak kok! Kan dia tukang foto!
Roni: Sialan kau!
Langganan:
Postingan (Atom)